Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Nasehat menjelang Ramadhan

0 komentar
NASIHAT RASULULLAH JELANG RAMADHAN
Diriwayatkan Oleh Ibnu Huzaimah, Rasulullah memberikan nasihat
menjelang
Ramadhan :
“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan
membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi
Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-
malamnya
adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam
yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan
oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah,
amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah
Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah
membimbingmu
untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung
ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang
tuamu,
sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga
lidahmu,
tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan
pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah
anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu
untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling
utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan
penuh
kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut
mereka
ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka
berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu,
maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena
beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa
Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak
akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di
hadapan
Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-
orang
mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama
dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-
dosa
yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah
kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun
hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun
hanya
dengan seteguk air.”
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan
berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki
tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang
dimiliki
tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan
meringankan pemeriksaan- Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan
kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia
berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini,
Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang
siapa
menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah
akan
menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan
memutuskan
rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan
shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan
dari
api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran
seperti
melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak
shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya
pada
hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu
ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada
bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka
mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak
akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah
agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata:
“Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling
utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang
paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang
diharamkan
Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang
senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya
ada
suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah
menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu
tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan
kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu
fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah
pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (
syahrul
muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di
dalamnya.”
“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa,
adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan
kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu
memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun
berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki
makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka
bersabdalah
Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi
sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan
akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari
budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah
mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan;
dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara
lagi
kamu sangat menghajatinya. “
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa
tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara
yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan
dari
neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya
Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman
yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke
dalam surga

Sumber: http://basmah.wordpress.com

Sms Puasa Ramadhan: Kumpulan Sms Ucapan Selamat Puasa Ramadhan

0 komentar
Sms Puasa Ramadhan
Menyambut bulan ramadhan banyak blogger yang menembak keyword populer seputar bulan ramadhan, seperti Sms ucapan puasa ramadhan, sms ucapan selamat lebaran, sms ucapan mohon maaf lahir dan batin dan lain-lain. Akhirnya setelah sukses kemarin menembak keyword populer seputar bulan ramadhan dengan postingan "Kumpulan SMS Tausiah dan Nasehat Bulan Ramadhan", saya tertarik lagi menjaring pengunjung di bulan penuh berkah ini. Di bawah ini adalah kumpulan sms ucapan selamat puasa ramadhan yang dapat sobat kirimkan ke teman-teman dan saudara-saudara yang kita sayangi:

Sms Puisi Ramadhan
Ada raksasa bLi puLsa..
Ga krasa dah mw puasa…

Brung kk Tua nempLok dijendeLa
jgn Lpa perbnyk pahaLa..

Ada pepaya dmkan jerapah..
Maf’n aq ya klo pny sLah…

happy ramadhan !

Ramadhan Terbaik
Perkataan yg indah adlh ALLAH
Lagu yg merdu adlh ADZAN
Media yg terbaik adlh AL QURAN
Senam yg sehat adlh SHALAT
Diet yg sempurna adlh PUASA
Kebersihan yg menyegarkan adlh WUDHU
Perjalanan yg indah adlh HAJI
Khayalan yg baik adlh ingat akan DOSA&TAUBAT

Marhaban Ya Romadhan
Bile Cande Membuat Ketawe
Hati Bhgie Wajah Cerie
Maaf Dpinte Segale Dose
Smbut Gmbire Puase Yang Mulie
Marhaban Ya Ramadhan 1431H
M’f lhr n bthin

1 month of ramadan
Wishing u 1 month of ramadan,
4 weeks of barkat,
30 days of forgiveness,
720 hours of guidance,
43200 minutes of purification,
2592000 secs of Nuur..!!

Selamat Ramadan 1431H

RAMADAN RECIPE

A Glass of Care
A Plate of Luv
A Spoon of Peace
A Fork of Truth &
A Bowl of Duaas.

Mix with spices of QURAAN.
Enjoy This Meal.
HAPPY RAMADHAN 1431 H

Istiqamah di jalan-Nya
Melihat segalanya dengan hati yang bersih, tanpa mengharap pujian sesama. Semoga menjadi Ramadhan yang berkah,& berdo’amengharap istiqamah di jalan-Nya.Taqabalallahu Minna Waminkum… Selamat Ramadhan 1431H..

Sms Keren Selamat Puasa Ramadhan Untuk Pacar
(Alhamdulillah, saya islam jadi enggak pacaran)
Marhaban ya rhamadan… ya Allah, kusaMbut dtg’y buLan pEnuh ampUnanmu dg sUka dLam diri beRlumUr doSa, bErharap maMpu m’jaLankn smw pErintahmu dan kembaLi fitrah. Maafkan khilafku, ikhlaskan salahku, [nama pacar kamu] yg kucintai dg hati dan sepenuh hati karnaNya… smg tiap langkah kaki kita mdptkn ridloNya…selamat Ramadhan 1431 H

MarHaban ya Ramadhan…
MarHaban ya Ramadhan…Telah t’buka gerbang Rajab,t’bentang jalan Sya’ban mari kita bersiap menanti hampran taman “RamaDhan” seLamat melangkah mmasukinya.. buLan yang penUh ujian sEmoga kita berhasil mEmenaNgkannya .. MOHON MAAF LAHIR & BATHIN,

PesoNa RaMaDHaN
LeMbaYung Raj@b MeRedUp Prlhan di SaMbuT dg PsoNa RaMaDHaN KiNi HaRi BeRgAnTi BuLaN SkaLi Lgi Di PeRTMuKaN Dg M@RHaBAN Ya RaMaDH@N SckiN HaTi Dg SgALa MeMaAfKaN…

your mistakes has been deleted
80%…

90%…

100%…

Completed.

All of ur mistakes has been deleted from my database. Please restart urself for the changes to takes effect. Happy Ramadhan.. Minal Aidin Walfaidzin..

Sms Ramadhan
Ya Allah……
Perkayalah Saudaraku ini dengan keilmuan
Hiasi hatinya dengan kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindalah fisiknya dengan kesehatan
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan,,,,,,,,
Mohon maaf lahir dan bathin…..

Hidup ini hanya sebentar..
Hidup ini hanya sebentar..

bentar marah,bentar ketawa

betar berduit,bentar boke

bentar senang,bentar susah

ooo ye…bentar lagi bulan puasa

met ramadhan.. mohon maaf lahir bathin..

marhaban ya ramadhan.
jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung.,

jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman.,

marhaban ya ramadhan.,

selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin…

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.
Jika semua HARTA adalah RACUN maka ZAKAT-lah penawarnya,
Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAQWA&TOBAT lah obatnya,
Jika seluruh BULAN adalah NODA maka RAMADHAN lah pemutihnya,MOHON MAAF LAHIR&BATHIN,SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.

Sms-Ramadhan-Sms-Puasa
Esok adalah harapan sekarang adalah pengalaman kemarin adalah kenangan…yang tak luput dari kekhilafan mohon maaf lahir dan Batin., Semoga RAMADHAN kali ini lebih baik dari RAMADHAN tahun lalu.. amin….

The holy month of Ramadan
The holy month of Ramadan,
For all Muslims has begun.
Praising Allah through the day,
From dawn to dusk we fast and pray.
We pay zakah (charity) for those in need,
Trying hard to do good deeds.

Sms-sms selamat puasa ramadhan diatas saya ambil dari: http://www.rajasms.com > http://forantum.blogspot.com

Jadwal Puasa dan Imsakiyah 1 Ramadhan 1431 H (11 Agustus 2010)

0 komentar
Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki Bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan-Nya. Dan tak terasa juga sudah tepat setahun berlalu ketika saya pulang kampung ke aceh, dan melihat wajah kakeku tersayang untuk pertama dan terakhir kalinya. Semoga dia mendapatkan tempat terbaik di sisinya, sesuai dengan amal perbuatannya.

Semoga kita dapat bertemu kembali di Jannah-Nya,.
Amiin Ya Rabbal Alamiin....

Mari kita menata hati dan diri dari berbagai kotoran dan noda, dan menyambut bulan ramadhan ini dengan Senyuman. hehehe...jadi enggak sabar  lagi ingin segera melaksanakan puasa dan amalan-amalan lain di bulan yang sangat mulia itu. Oya, apakah sobat sudah mempunyai jadwal puasa dan imsyakiyah? apabila belum, sobat dapat mendapatkannya disini.

Dalam hal hari dimulainya puasa ramadhan ini dua organisasi islam yang cukup besar di indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nu sepakat jatuh pada tanggal 11 Agustus 2010, walaupun pihak NU memberi penekanan bahwa perhitungan mereka berdasarkan hisab (matematis) belum menggunakan rukyatul hilal (bulan muda terlihat dengan kasat mata). Senangnya bila mereka bisa serasi seperti ini, hehehe...

Jadwal ini telah disusun dengan sangat rapi dengan format PDF, sehingga memudahkan umat mulim untuk membacanya. Dibawah ini adalah jadwal puasa dan imsakiyah ramadhan 1431 hijriyah yang akan jatuh pada tanggal 11 Agustus 2010.

Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H Untuk wilayah Jakarta disini
Jadwal Puasa Imsakiyah Ramadan 1431 H – untuk wilayah Surabaya disini
Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Surakarta disini
Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Ujung Pandang disini
Jadwal Puasa Ramadan 1431 H – Untuk wilayah Yogyakarta disini
Jadwal Puasa Imsakiyah Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Jambi disini
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Palembang disini
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Bandar Lampung disini
Jadwal Imsakiyah Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Medan disini
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Bandung disini
Jadwal Imsak Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Purwakarta Jawa Barat disini
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1431 H – Untuk wilayah Cirebon disini
Jadwal Imsakiyah Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Samarinda disini.

Jadwal ini saya ambil dari blog http://abibakarblog.com, blog seorang master SEO. Semoga saya ketularan ilmu-ilmunya dalam menaklukkan mbah google yang gengsi-an.

Apa Yang Telah Kita Persiapkan Untuk Menyambut Ramadhan

0 komentar
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa

sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu,

agar kamu bertaqwa”

(QS. Al-Baqarah [2]: 183)

Seorang bapak bertanya kepada seorang pemuda: “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan?” Pemuda tersebut menjawab, “Kalau untuk menyambut Ramadhan, anak muda sepertiku pasti tak akan ketinggalan. Aku telah mengambil sebagian uang tabunganku untuk kubelikan pakaian model terbaru. Aku tak mau ketika lebaran nanti, teman-temanku menganggap aku ketinggalan model. Lalu kalau bapak, apa yang telah dipersiapkan?”

Bapak itu menjawab, “Ya seperti biasa, setiap menjelang bulan Ramadhan aku harus mengumpulkan banyak uang untuk kebutuhan dapur istriku dan membelikan pakaian untuk anak-anakku. Kadang karena terlalu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, aku harus rela pinjam uang kesana-kemari, kan setahun hanya sekali”.


Saudaraku, apakah jawaban seperti ini yang juga terlintas dalam benak kita? Penulis berharap bahwa jawaban Anda adalah tidak. Penulis berharap kita mempersiapkan datangnya bulan Ramadhan dengan memperbanyak amalan-amalan shalih, seperti membaca Alqur’an, qiyamul lail, dzikir, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya. Berapa banyak dari Anda yang telah mempersiapkan diri untuk mengkhatamkan Alqur’an dalam bulan yang diberkahi ini dan juga menunaikan shalat Tarawih tanpa tertinggal sehari pun sepanjang bulan Ramadhan.

Separuh lebih kita telah melewati bulan Rajab, lalu apa yang seharusnya kita lakukan? Umat Islam seyogyanya menghitung bulan Sya’ban sebagai persiapan memasuki Ramadhan. Ramadhan adalah bulan kebaikan dan barakah, Allah memberkahinya dengan banyak keutamaan. Diantara keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan yaitu:

Pertama, bulan Alqur’an. Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk. (Alqur’an) diturunkan pada malam Lailatul Qadar, suatu malam di bulan Ramadhan. Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alqur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil……” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Kedua, dibelenggunya setan, ditutupnya pintu-pintu neraka dan dibukanya pintu-pintu surga. Pada bulan ini kejelekan menjadi sedikit, karena dibelenggu dan diikatnya jin-jin jahat dengan salasil (rantai), belenggu dan ashfad. Mereka tidak bisa bebas merusak manusia sebagaimana bebasnya di bulan yang lain, karena kaum muslimin sibuk dengan puasa hingga hancurlah syahwat, dan juga karena bacaan Alqur’an serta seluruh ibadah yang mengatur dan membersihkan jiwa. Maka dari itu ditutupnya pintu-pintu jahanam dan dibukanya pintu-pintu surga, disebabkan karena pada bulan Ramadhan amal-amal shalih banyak dilakukan dan ucapan-ucapan yang mengandung kebaikan banyak dilafadzkan oleh kaum mukminin. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu-pintu yang dibuka dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru ; “Wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap malam” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi 682 dan Ibnu Khuzaimah 3/188 dari jalan Abi Bakar bin Ayyasy dari Al-A’masy dari Abu Hurairah. Sanad hadits ini Hasan).

Ketiga, malam lailatul qadar. Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkan Alqur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala usrusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” [QS. Al-Qadar : 1-5].

Keempat, orang yang puasa termasuk shiddiqiin dan syuhada. Dari ‘Amr bin Murrah Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata : “Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku ?” Beliau menjawab, “Artinya : Termasuk dari shidiqin dan syuhada” (HR. Ibnu Hibban).

Kelima, pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasannya beliau bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari 4/99, Muslim 759]. Makna “penuh iman dan ihtisab” yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, atau tidak merasa berat dalam mengamalkannya.

Keenam, dikabulkannya do’a dan pembebasan api neraka. Rasullullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya” (HR. Bazzar 3142, Ahmad 2/254).

Karena keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan di atas, maka Allah mewajibkan kaum muslimin untuk melakukan ibadah puasa Ramadhan, karena puasa memutuskan jiwa dari syahwatnya dan menghalangi dari apa yang biasa dilakukan. Puasa Ramadhan termasuk perkara yang paling sulit, karena itu pada zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam kewajibannya-pun diundur sampai tahun kedua Hijriyah, setelah hati kaum muslimin kokoh dalam bertauhid dan dalam mengagungkan syiar-syiar Allah, maka Allah membimbing mereka untuk melakukan puasa dengan bertahap. Pada awalnya mereka diberikan pilihan untuk berbuka atau puasa serta diberi semangat untuk puasa, karena puasa masih terasa berat bagi para shahabat.

Setelah membaca penjelasan singkat ini, bolehlah kiranya saya tanyakan lagi kepada saudara, “Apa yang akan engkau persiapkan untuk menghadapi bulan Ramadhan?” Wallahu a’lam bishshowwab

Menimbang Pro-Kontra Fatwa Haram Rokok

0 komentar
PENIKMAT rokok dan industri rokok dirundung cemas.Ini terkait rencana pertemuan Itjima’ Ulama Komisi Fatwa MUI Se-Indonesia di Padang Panjang,Sumatera Barat, 23–26 Januari 2009.

Mereka cemas karena sangat mungkin kebiasaan dan bisnis yang mereka jalankan selama ini akan diharamkan. Jikafatwatersebutbenar-benarturun,hampirdipastikan tingkat konsumsi rokok akan anjlok karena mayoritas perokok adalah umat Islam.

Lalu bagi industri rokok Tanah Air fatwa ini akan menjadi alamat buruk bagi masa depan usaha mereka. Munculnya penggiringan wacana merokok ke dalam aturan agama bersumber dari satu persoalan pokok, yakni dampak terhadap kesehatan manusia.

Fakta memang menunjukkan racun utama pada rokok seperti tar, nikotin, dan karbon monoksida membuat pengisap asap rokok mengalami risiko 14 kali lebih besar terkena kanker paruparu, mulut, dan tenggorokan, dan puluhan jenis penyakit membahayakan lainnya.

Alasan inilah yang menjadi landasan moral untuk mendorong ulama mengeluarkan fatwa haram.Untuk lebih meyakinkan bahwa merokok tidak sekadar makruh seperti diyakini sebagian besar ulama saat ini, kalangan profatwa haram mencoba menganalogikan akibat dari perilaku mengonsumsi rokok seperti mengonsumsi minuman keras, yaitu membahayakan—baik harta maupun badan.

Bisa dipastikan pula upaya mengharamkan rokok tidak akan semudah membalik tangan. Teriakan menentang fatwa haram jauh hari sudah nyaring terdengar.Bukan hanya dari kalangan pengusaha dan perokok, petani tembakau, buruh pabrik,dan pemerintah pun merasa terancam.

Bisa dibayangkan bagaimana nasib petani di Temanggung dan Madura jika tembakau yang selama ini menjadi gantungan hidup mereka tidak bisa dijual. Bagaimana jadinya jika puluhan ribu buruh linting di PT Gudang Garam, HM Sampoerna, Djarum, dan Bentoel tidak lagi bisa bekerja karena pabrik mereka gulung tikar.

Menurut catatan, tidak kurang dari 6,4 juta penduduk Indonesia bergantung pada industri rokok, dengan efek ganda mencapai 20 juta orang,yaitu mereka yang membuka usaha penitipan sepeda, kantin, maupun kontrakan dan sebagainya. Pemerintah juga tak kalah kelabakan.

Dari cukai rokok saja pemerintah bisa meraup pemasukan Rp50 triliun atau setara 5% APBN 2008 yang mencapai Rp1.000 triliun. Jumlah ini belum termasuk pemasukan dari iklan, percetakan,dan sektor industri lain yang terkait rokok.Dana sebesar ini sangat bermanfaat untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur.

Melihat kontribusi nyata ini, tentu para ulama harus melakukan pendekatan yang arif dan bijaksana, sehingga fatwa yang akan diambil tidak menimbulkan problem baru yangtakkalahberatnya.Apalagiditengah merebaknya PHK massal akibat krisis global.

MUI bisa mengambil opsi jalan tengah dengan menunda fatwa haram sembari menunggu semua pihak sudah siap menerima fatwa tersebut.Penundaan bisa disesuaikan dengan tahapan orientasi industri rokok,yakni periode 2007–2010 (pro-income),2010–2015 (pro-job),dan 2015–2020 (pro-health).

Atau jika kondisi masyarakat menjadi pertimbangan utama, MUI tidak mengharamkan rokok, tapi mendorong berjalanan sistem yang membatasi ruang gerak konsumsi rokok. Pilihan ini berdasarkan realitas bahwa aturan larangan merokok seperti diterapkan DKI Jakarta melalui Perda No 2/2006 tentang Pengendalian Pencemaran Udara ternyata tidak efektif.

MUIbisajugamendorongpemerintah-pemerintahdaerah dan pemerintah pusat agar merevisi atau membuat aturan larangan rokok lebih tegas dan dengan sanksi lebih keras.Denganadanya punishment yang lebih menakutkan, masyarakat yang terbiasa seenaknya merokok akan berpikir ulang.

Selainitu,MUImengeluarkanrekomendasiyangmeminta pemerintah pusat membatasi peredaran rokok seperti halnya pengaturan penjualan minuman keras,meningkatkan besaran cukai rokok,atau mengencangkan tensi peringatan bahaya merokok seperti tertera di bungkus rokok selama ini.

Seperti di Eropa, peringatan bahaya rokok tidak cukup dengan pengumuman ”Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung,impotensi dan gangguan kehamilan”, tapi disertai gambar yang mempertunjukkan penyakit yang diderita perokok.Jika peraturan daerah maupun peraturan pemerintah serius dijalankan, tanpa fatwa haram pun jumlah perokok akan berkurang dengan sendirinya.(*)

http://www.seputar-indonesia.com/